PENDETA ADALAH BERHALA BARU DAN JEMAAT MENYUKAINYA
Berhenti Menyembah Makelar Mimbar: Membongkar Sindrom Pemujaan Pendeta Bayangkan sebuah gedung sedang terbakar hebat. Api berkobar, atap mulai runtuh, dan asap hitam mengepul tebal. Di tengah kepanikan itu, seorang pria berjas mahal berdiri di depan mimbar dengan wajah datar tanpa dosa, menatap kerumunan yang batuk-batuk, lalu berkata dengan suara tenang: "Tetap di kursi Anda, Saudara-saudara. Tidak ada yang salah di sini. Asap ini hanyalah tanda bahwa berkat sedang turun dengan dahsyat!" Itulah gambaran paling akurat dari ekosistem gereja modern hari ini. Teologi sedang hancur lebur, uang jemaat dikuras perlahan-lahan, ajaran sesat meledak di mana-mana, namun jemaat tetap duduk manis sambil bertepuk tangan memuja sang pendeta seolah berkata, "Haleluya, bapak gembala kita sungguh luar biasa indahnya!..uhuk...uhukk...ohookkk...." Kita sedang menghadapi wabah penyakit jiwa massal di mana menyenangkan hati seorang pendeta disetarakan dengan menyenangkan hati Tuhan . Di...